Saat ini dimasa sulit seperti ini ada banyak hal yang kini hilang, kemana perginya rasa kebersamaan yang pernah ada dulu :
Dimana letak kebersamaan itu
terkikis oleh jaman ?
ATAU KITA SUDAH TIDAK PEDULI LAGI !
Saat ini dimasa sulit seperti ini ada banyak hal yang kini hilang, kemana perginya rasa kebersamaan yang pernah ada dulu :
Dimana letak kebersamaan itu
terkikis oleh jaman ?
ATAU KITA SUDAH TIDAK PEDULI LAGI !
Pengalaman kita sebagai suatu bangsa yang pernah dijajah, sekalipun sudah berlalu namun rasa suka dan senang dengan kebiasaan dan kesenangan tetap pada gaya lama, lebih menyukai produk luar, mengapa ? apa memang jiwa kita senang dijajah ?.
Kiranya hal ini menggugah kita, untuk mencintai produk sendiri, sebagai contoh :jeans Produk lokal ada, baju produk lokal ada, batik juga ada dan tidak kalah menarik.
Mari bung cintai produk lokal, produk dalam negeri !
| Kekuatan Budaya : (2 dari 4) Kebiasan terkadang membuat kita terpuruk dalam lingkaran setan yang tak pernah terputus, namun apapun yang telah kita terima dari leluhur kita, mereka adalah inspirasi bagi kita untuk melihat dan merasakan bahwa kebiasaan yang mereka terjemahkan dalam budaya itu, mampu melahir generasi ke generasi yang lebih baru, Hal itu pula yang membuat leluhur kita dapat survive mengarungi kehidupan ini. |
Budaya : (1 dari 4)
Ada disekitar kita kebiasaan baik yang selalu dipertahankan sedari dulu, dalam bentuk perilaku kebiasan individu yang melebur dalam perilaku kebiasaan hidup kekeluargaan, yang secara berjenjang mempengaruhi lingkungan yang lebih luas bahkan lebih luas dari sekedar secara kekerabatan, tindakan perilaku dari lingkungan individu, keluarga dan kekerabatan pada gilirannya melahirkan tatacara didalam menghadapi tahapan prosesi kehidupan, yang kemudian kita kenal dalam bentuk upacara adat istiadat.
Kita seperti diujung tanduk
mengaku sebagai bangsa yang besar, karena SDA & SDM
Namun kita tidak mampu menangani karena besarnya …..
Takut karena besarnya ……
Lalu di mana letak kesadaran kita berpijak !
Sejauh ini kita berada pada pusaran demokratisasi yang menjulang dengan arogansi kekuasaan, kekuasaan politik, kekuasaan kedaerahan, kekuasaan mayoritas, kekuasaan yang terjadi karena kong kalikong.
Sampai saat ini pun kita masih terjebak, kepada menjadi penguasa ketimbang untuk melayani.
Lalu dimana letaknya minoritas, dan dimana tempat bergantungnya mereka yang terpinggirkan, karena problematika kehidupan ekonomi, sosial dll.
Dimana kita bisa menikmati arti kemerdekaan.