Saat ini dimasa sulit seperti ini ada banyak hal yang kini hilang, kemana perginya rasa kebersamaan yang pernah ada dulu :
Dimana letak kebersamaan itu
terkikis oleh jaman ?
ATAU KITA SUDAH TIDAK PEDULI LAGI !
Saat ini dimasa sulit seperti ini ada banyak hal yang kini hilang, kemana perginya rasa kebersamaan yang pernah ada dulu :
Dimana letak kebersamaan itu
terkikis oleh jaman ?
ATAU KITA SUDAH TIDAK PEDULI LAGI !
DALAM APEL SENIN KALI INI,
PUTRA KU MEMULAINYA DENGAN BERAT,
SEPERTI LAGU I DON’T LIKE MONDAY,
BADANNYA HANGAT,
MUNGKIN DEMAM KARENA MINGGUNYA TERLALU LAMA BERMAIN,
IBUNYA SIBUK TUJUH KELILING,
SAMBIL MENGOMEL DASAR SUAMI MAU ENAKNYA AJA,
SAMBIL KOMPRES,
YA MENEMPELKAN THERMOMETER SETIAP 10 MENIT,
KALAU SUDAH SAKIT,
AKU LAGI- AKU LAGI
YA, SUDAH KITA KE DOKTER SAJA,
TEMAN BAPA, YANG SUDAH KITA ANGGAP KELUARGA ITU, LALU KITA MINTA SURAT KETERANGAN SAKIT,
NANT BIAR AYAH YANG ANTAR SURAT SAKITNYA KESEKOLAH,
AH, AYAH TIDAK USAH KE DOKTER,
CUKUP AKU MAKAN OBAT PENURUN PANAS NANTI JUGA TURUN DEMAMNYA,
TAPI TOLONG SAAT AYAH KEKANTOR, BERITAHU GURU KALAU AKU SAKIT,
NEVER MIND, PIKIRKU,CEPAT SEMBUH YA,SAMPAI DI SEKOLAH KUSAMPAIKAN KEADAAN SAKIT ANAK KU,
PAK KEPALA SEKOLAH MENYAMBUTKU DENGAN RAMAH,
DAN KAMI NGAROL NGIDUL BICARA PATRIOTISME, HEROISME,
MENGHARGAI PAHLAWAN,
DISPLIN,
BELANEGARA,
MENGHARGAI LAMBANG-LAMBANG NEGARA,
NASIONALISME,
SAMBIL MEMBERITAHUKAN BAHWA ANAKKU PAGI INI MESTINYA BERTUGAS,MEN JADI KOMANDAN UPACARA.
Dimana letaknya rasa bangga sebagai sebuah bangsa
Rasa bangga yang pernah ada dulu ………………
Pengalaman kita sebagai suatu bangsa yang pernah dijajah, sekalipun sudah berlalu namun rasa suka dan senang dengan kebiasaan dan kesenangan tetap pada gaya lama, lebih menyukai produk luar, mengapa ? apa memang jiwa kita senang dijajah ?.
Kiranya hal ini menggugah kita, untuk mencintai produk sendiri, sebagai contoh :jeans Produk lokal ada, baju produk lokal ada, batik juga ada dan tidak kalah menarik.
Mari bung cintai produk lokal, produk dalam negeri !
Jangan pernah lupakan seharah, sepert itulah yang menjadi peringatan orang-orang besar, karena kita ada hari ini, karena ada kemarin, dan sebelumnya.
Jika kita dkemarin bisa bersatu karena kita berbeda dan kita memang banyak, lalu kenapa saat ini kita karena beda ingin bercerai berai.= mungkin kita lupa kemarin dan seblunya.
Kita terkadang mengharapkan durian runtuh, seperti punguk merindukan Bulan kata pepatah…. Tapi saat ini kita memang menanti dengan sungguh-sungguh Pemimpin yang mengerti hari-hari kebutuhan sembilan Bahan Pokok, Kebutuhan Pokok Kehidupan : Pangan, Papan, Sandang, Kesehatan, Pendidikan, Agama, Keamanan……………
Lalu mana bukti nya – kalau yang ada seperti hari-hari ini harga melonjak tidak menentu….
Apa pemimpin itu tidak nonton TV ya ?
Apa Pemimpin itu tidak baca koran ya ?
Sejauh apapun juga langkah yang bisa kau susuri…
Semuanya toh akan berhenti pada ujungnya.
dan jika ada batas yang kau rasa dapat kau lewati
itu pasti bukan sesuatu yang pernah ada
tetapi sesuatu yang akan datang
dan itu bukan disini tempatnya.
Tempat dimana kau temukan arti kemerdekaan !
Hari-hari ini kita disibukkan dengan jalan yang macet, lingkungan yang ramai dengan perlombangan, pertandingan dan Panjat pinang, kita sibuk dalam perayaan.
Kita mungkin mengartikulasikan Kemerdekaan dengan Perayaan, lalu kita lupa makna dan Tujuan dari kemerdekaan sebagaimana pembukaan UUD 1945.